BEKASI - Ikatan Ahli Rantai Suplai Indonesia (IARSI) menyampaikan keprihatinan mendalam terkait maraknya penggunaan truk Over Dimension Over Loading (ODOL) dalam kegiatan transportasi logistik nasional. Menurut Ketua Umum IARSI, Assoc. Prof. (Hon) R. Beniadi Setiawan, ST,MM,Ph.D., praktik ODOL yang mengabaikan batas dimensi dan muatan tidak hanya melanggar aturan keselamatan tetapi juga berdampak luas pada performa rantai pasok secara keseluruhan.
Beniadi Setiawan menilai penggunaan truk ODOL sering dilatarbelakangi oleh tekanan biaya operasional dan persaingan tarif logistik yang ketat, sehingga pelaku usaha memilih cara cepat dengan memaksimalkan muatan dalam satu perjalanan. Praktik ini, meskipun tampak efisien secara biaya di permukaan, justru menciptakan tantangan serius bagi kelancaran alur distribusi barang di seluruh wilayah Indonesia.
Dampak negatif yang paling dirasakan dalam sistem logistik adalah menurunnya keandalan rantai pasok. Truk ODOL lebih rentan mengalami kerusakan kendaraan dan kecelakaan di jalan, yang dapat menimbulkan keterlambatan pengiriman, meningkatnya biaya perbaikan, serta risiko keselamatan bagi pekerja dan pengguna jalan lain. IARSI menegaskan bahwa kestabilan dan ketepatan pengiriman barang harus menjadi prioritas utama dalam perencanaan logistik.
Beniadi Setiawan juga menyoroti bahwa penggunaan truk ODOL berkontribusi terhadap kerusakan infrastruktur seperti jalan nasional dan jembatan. Kerusakan ini tidak hanya menambah beban biaya pemeliharaan oleh negara tetapi juga mempengaruhi produktivitas jaringan distribusi yang bergantung pada kondisi jalan yang optimal. Biaya pemeliharaan tersebut diproyeksikan mencapai puluhan triliun rupiah setiap tahun, bila praktik ODOL tidak segera diatasi.
ARSI mendukung kebijakan nasional menuju *Zero ODOL* yang mulai diperkuat oleh pemerintah dan aparat penegak lalu lintas. Organisasi ini mendorong penegakan aturan dengan pendekatan yang seimbang, memadukan penindakan terhadap pelanggaran dengan dukungan pada pelaku industri logistik agar dapat beroperasi sesuai standar tanpa menerapkan muatan berlebih.
IARSI juga mengusulkan pentingnya peningkatan efisiensi rantai pasok melalui investasi pada teknologi dan integrasi moda transportasi lain seperti kereta api dan angkutan laut. Pendekatan multimoda ini dinilai dapat mengurangi dominasi truk dalam distribusi barang serta membuka solusi jangka panjang yang lebih aman dan berkelanjutan.
IARSI menekankan bahwa keberlanjutan rantai pasok tidak dapat dicapai hanya dengan cara-cara cepat seperti praktik ODOL. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha logistik, asosiasi profesional, dan akademisi untuk menciptakan sistem transportasi barang yang aman, efisien, dan sejalan dengan standar internasional demi peningkatan daya saing Indonesia.
Post: iarsi.org
