mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan jarak jauh atau mudik mulai meningkat. Berkendara dalam kondisi berpuasa

JAKARTA, IARSI News – Memasuki akhir bulan suci Ramadhan, mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan jarak jauh atau mudik mulai meningkat. Berkendara dalam kondisi berpuasa tentu memiliki tantangan tersendiri, mulai dari menjaga fokus hingga memastikan performa kendaraan tetap prima. IARSI menekankan pentingnya persiapan matang agar perjalanan tetap aman dan efisien sesuai dengan kaidah keselamatan transportasi.

Pastikan Kendaraan Layak Jalan: Cek Poin Mandiri

Sebelum memacu kendaraan di jalur lintas provinsi, memastikan aspek teknis adalah kewajiban mutlak. Kendaraan yang tidak prima bukan hanya menghambat efisiensi perjalanan, tetapi juga berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan. Berikut adalah langkah pemeriksaan kendaraan:

• Sistem Pengereman: Pastikan minyak rem cukup dan kampas rem masih dalam kondisi tebal.

• Kondisi Ban: Cek tekanan angin sesuai standar pabrikan dan pastikan alur ban (Tread Wear Indicator) masih layak. Jangan lupa memeriksa kondisi ban cadangan.

• Cairan Kendaraan: Periksa oli mesin, air radiator (coolant), air wiper, serta minyak power steering.

• Kelistrikan dan Lampu: Pastikan seluruh lampu (utama, sein, rem, dan hazard) berfungsi normal untuk mendukung visibilitas, terutama saat berkendara di malam hari.

Defensive Driving Saat Berpuasa

Mengemudi saat berpuasa membutuhkan manajemen energi yang tepat. Berdasarkan konsep Safety Defensive Driving, fokus utama adalah bagaimana pengemudi bisa mengantisipasi bahaya sebelum terjadi.

1. Manajemen Waktu Perjalanan: Pilih waktu keberangkatan saat tubuh dalam kondisi paling bugar, biasanya setelah sahur atau setelah berbuka puasa. Hindari mengemudi di jam-jam kritis saat rasa kantuk (circadian rhythm) memuncak.

2. Istirahat Berkala: Jangan memaksakan diri. Terapkan prinsip istirahat setiap 2 hingga 3 jam sekali selama 15-30 menit untuk mengembalikan konsentrasi.

3. Kontrol Emosi: Dehidrasi ringan saat puasa terkadang memicu emosi. Pengemudi defensive selalu menjaga jarak aman dan tidak terpancing oleh perilaku pengendara lain yang ugal-ugalan.

Analisis Rute Berbasis Teknologi

Di era digital, persiapan rute adalah bagian dari strategi logistik perjalanan yang cerdas. IARSI menyarankan pemudik untuk aktif memantau kondisi jalan melalui:

• Teknologi Rute Terkini: Gunakan aplikasi navigasi seperti Google Maps atau Waze untuk melihat titik kemacetan secara real-time, penutupan jalan, atau mencari jalur alternatif.

• Media Massa Terpercaya: Pantau berita terkini terkait kebijakan lalu lintas (seperti one way atau contraflow) melalui portal berita resmi dan akun media sosial otoritas terkait.

• Pemetaan Rest Area: Identifikasi lokasi SPBU, tempat ibadah, dan fasilitas kesehatan di sepanjang rute yang akan dilalui.

Kebutuhan Pendukung Lainnya

Selain teknis kendaraan dan rute, pastikan dokumen berkendara (SIM dan STNK) masih berlaku. Siapkan saldo uang elektronik (e-toll) yang cukup guna menghindari antrean panjang di gerbang tol, serta bawa perlengkapan darurat seperti kotak P3K, segitiga pengaman, dan kunci-kunci dasar.

Post: iarsi.org