Bekasi - Ikatan Ahli Rantai Suplai Indonesia (IARSI) mencermati perkembangan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor logistik Vietnam yang berpotensi menjadi pesaing bagi tenaga kerja logistik nasional. IARSI menilai inisiatif tersebut relevan dengan kebutuhan global akan tenaga kerja logistik yang adaptif, berteknologi, dan berdaya saing tinggi, sehingga perlu menjadi perhatian penting bagi pemangku kepentingan dalam negeri.
Mengacu pada laporan dari Vietnam.vn, pengembangan SDM logistik di Vietnam dilakukan melalui sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah, termasuk melalui kegiatan seperti bursa kerja logistik (LOGFAIR 2026) yang mempertemukan mahasiswa dengan pelaku industri. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas tenaga kerja agar mampu menjawab tantangan transformasi digital dan perubahan rantai pasok global.
IARSI menilai pendekatan tersebut menjadi contoh konkret bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat peningkatan kompetensi SDM logistik. Menurut Ketua Umum IARSI, Assoc. Prof. (Hon) R. Beniadi Setiawan, Ph.D,. Indonesia perlu mengadopsi model serupa dengan memperkuat keterhubungan antara perguruan tinggi, pelaku industri, dan asosiasi profesi agar lulusan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Lebih lanjut, Beniadi Setiawan menekankan bahwa kebutuhan tenaga logistik ke depan tidak hanya berfokus pada kemampuan operasional, tetapi juga pada penguasaan teknologi digital, analisis data, serta pemahaman terhadap praktik logistik berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan tren global yang mendorong integrasi teknologi dan transformasi hijau dalam sektor logistik.
Beniadi Setiawan juga melihat bahwa penguatan SDM logistik dapat menjadi pintu masuk bagi peningkatan kerja sama Indonesia dan Vietnam di bidang rantai pasok. Kedua negara memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di ASEAN, sehingga kolaborasi dalam pengembangan talenta logistik akan memberikan dampak strategis terhadap efisiensi distribusi dan daya saing kawasan.
IARSI mendorong pemerintah Indonesia untuk mempercepat penyusunan kebijakan pengembangan SDM logistik nasional yang terintegrasi, termasuk memperluas program pelatihan, sertifikasi, serta kemitraan internasional. Dengan langkah tersebut, Indonesia diharapkan mampu mengejar ketertinggalan dan menjadi pemain utama dalam ekosistem logistik regional.
Post: Iarsi.org
