Balikpapan — PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mendapat apresiasi luas atas inisiatif penguatan kompetensi profesional Supply Chain Management (SCM), khususnya di fungsi operasi pergudangan, melalui rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Warehouse Zona 8 yang sukses digelar pada 13 Februari 2026 di Balikpapan. Kegiatan ini menegaskan komitmen perusahaan untuk menjadikan fungsi gudang bukan sekadar penopang logistik, melainkan pusat keunggulan operasional yang mendukung kelancaran produksi hulu migas dan ketahanan pasokan energi nasional.

Acara yang mengusung program upskilling berbasis international SCM best practices tersebut menghadirkan narasumber internasional dan nasional terkemuka, Assoc. Prof. (Hon) R. Beniadi Setiawan, Ph.D., seorang pakar manajemen rantai pasok dan logistik yang telah diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia melalui pencapaian sertifikasi Instruktur Master. Selain itu, beliau tercatat sebagai Master Trainer dari PASAS Institute (Singapore) dan penerima penghargaan internasional, termasuk The Most Influential SCM Leader Driving Global Excellence Award dari Majalah The Enterprise World (Americas Edition). Kehadiran dan materi yang disampaikan oleh narasumber tersebut menjadi titik tumpu bagi transfer pengetahuan praktik terbaik global ke dalam konteks operasional PHE.

Pelatihan yang dirancang khusus untuk seluruh profesional warehouse operations ini menekankan aspek-aspek krusial seperti manajemen inventaris berbasis risiko, optimasi tata letak gudang, digitalisasi proses penerimaan dan pengeluaran material, serta standar keselamatan dan kepatuhan lingkungan yang ketat di industri migas. Implementasi praktik-praktik tersebut diharapkan mampu menurunkan lead time pengeluaran material, meningkatkan akurasi stok, serta meminimalkan risiko downtime yang berdampak langsung pada kontinuitas produksi dan pasokan energi domestik.

Keberhasilan acara ini tidak lepas dari peran aktif tim internal yang mengelola pelaksanaan di lapangan. Penyelenggaraan acara dikelola langsung oleh Asisten Manajer Ibu Inge Christie, didukung oleh field leader Bapak Sutarso dan Bapak Teguh Enni N., sementara keseluruhan rangkaian kegiatan dipimpin dan dimonitor sejak awal hingga selesai oleh Manajer SCM Zona 8 Bapak Abrianto Nur Cahyono. Kolaborasi tim manajemen dan pelaksana lapangan ini mendapat pujian karena mampu menghadirkan forum pembelajaran yang terstruktur, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan operasional sehari-hari.

Para peserta melaporkan bahwa materi upskilling memberikan kerangka kerja praktis untuk menerapkan standar internasional dalam konteks lokal, termasuk langkah-langkah konkret untuk mempercepat digitalisasi gudang dan pengukuran kinerja berbasis KPI. Dari perspektif korporat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di fungsi pergudangan dipandang sebagai investasi strategis yang memperkuat ketahanan rantai pasok hulu, mengurangi ketergantungan pada impor suku cadang kritis, dan mendukung target swasembada energi nasional.

Menutup rangkaian kegiatan, manajemen PHE menegaskan bahwa program pengembangan kompetensi akan dilanjutkan secara berkelanjutan dan diperluas ke zona-zona operasional lain. Langkah ini dipandang sebagai wujud nyata tanggung jawab perusahaan untuk memastikan bahwa setiap simpul logistik memiliki kapabilitas profesional yang memadai, sehingga kontribusi PHE terhadap stabilitas pasokan energi nasional dapat terus ditingkatkan secara andal dan berkelanjutan.

Red