BEKASI – Menjelang momentum Ramadan dan Idulfitri 2026, sejumlah perusahaan pengiriman paket, ekspedisi, logistik, hingga jasa transportasi nasional mulai mematangkan strategi operasional. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pengiriman barang yang diprediksi akan meningkat signifikan dibanding bulan-bulan biasanya.
Untuk memastikan kelancaran arus barang, perusahaan pengirima paket, ekspedisi dan logistik kini lebih mengandalkan analisis berbasis data historis pengiriman dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan memetakan pola lonjakan di periode yang sama, perusahaan dapat memprediksi titik-titik kepadatan dan menentukan alokasi sumber daya secara lebih akurat. Salah satu pemain besar di industri ini, J&T Express, telah menyiapkan rangkaian strategi khusus. Mengingat volume pengiriman J&T Express sempat melonjak lebih dari 40 persen pada Ramadan 2025, perusahaan telah menyiapkan langkah-langkah berikut:
* Perekrutan Tenaga Kerja: Menambah seasonal workers (pekerja tambahan) dan memberlakukan shift malam untuk mempercepat proses pemrosesan paket.
* Optimalisasi Armada: Memaksimalkan kapasitas armada kendaraan operasional untuk pengiriman jarak jauh maupun dekat.
* Peningkatan Infrastruktur: Meningkatkan kapasitas sorting (penyortiran) di tiap gateway guna menghindari penumpukan.
* Frekuensi Pengiriman: Menambah frekuensi pengiriman antarkota, terutama di wilayah-wilayah dengan zona merah permintaan tinggi.
Di sektor BUMN, KAI Logistik juga mencatatkan tren positif pada awal tahun ini. Perusahaan melaporkan lonjakan pengiriman ritel yang signifikan menjelang Ramadan 2026, dengan destinasi favorit pengiriman menuju Yogyakarta dan Solo.
Berdasarkan data internal, pada periode 13-18 Februari 2026, KAI Logistik berhasil mendistribusikan sebanyak 45.854 barang ritel, atau setara dengan berat total 17.773 kilogram. Hal ini menunjukkan bahwa geliat pengiriman barang sudah mulai terasa bahkan sebelum memasuki bulan puasa.
Pemerintah turut berperan aktif dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional melalui peluncuran Paket Stimulus Ekonomi I-2026. Kebijakan ini bertujuan mendukung mobilitas masyarakat serta meringankan beban ekonomi keluarga.
Selain pemberian bantuan pangan bagi 35,04 juta keluarga penerima manfaat dan kebijakan Work From Anywhere (WFA), Beberapa diskon transportasi yang diberikan adalah:
- *Diskon Kereta Api*: 30% untuk periode 14-29 Maret 2026
- *Diskon Angkutan Laut*: 30% untuk periode 11 Maret-5 April 2026
- *Diskon Angkutan Udara*: 17-18% untuk kelas ekonomi domestik pada 14-29 Maret 2026
- *Diskon Angkutan Penyeberangan*: 100% jasa kepelabuhanan pada 12-31 Maret 2026
Dengan sinergi antara strategi operasional perusahaan yang matang dan dukungan kebijakan stimulus pemerintah, industri logistik dan transportasi diharapkan mampu menghadapi tantangan lonjakan trafik Ramadan dan Lebaran 2026 dengan lebih efisien dan andal.
Red
