Jakarta - Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Sulawesi Tengah menolak keras kenaikan tarif cleaning dan maintenance container yang diberlakukan oleh beberapa perusahaan pelayaran, termasuk PT Meratus Lines, PT Salam Pasific Indonesia Lines, PT Tempuran Emas Tbk, dan PT Samasagung Tunggal Perkasa. Kenaikan tarif ini mencapai 300 persen, dari Rp 50.000 menjadi Rp 200.000 untuk kontainer 20 Full dan dari Rp 100.000 menjadi Rp 400.000 untuk kontainer 40 Full.

Ketua DPW ALFI Sulteng, Yeni Theiser, menyatakan bahwa kenaikan tarif ini sangat memberatkan dan akan berdampak pada kenaikan harga kebutuhan masyarakat. "Kami menolak dengan keras kenaikan tarif ini. Harusnya kenaikan tarif dilakukan secara rasional dan proporsional, bukan justru memunculkan komponen-komponen baru," katanya.

ALFI juga menyatakan bahwa biaya cleaning dan maintenance container seharusnya sudah termasuk dalam pengenaan uang tambang container atau freight container yang selama ini dikenakan. Kenaikan tarif ini dianggap sebagai siasat perusahaan pelayaran untuk membebankan biaya teknis kepada pengguna jasa. 

Red