Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri dalam memperkuat kemandirian pangan melalui pengembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terintegrasi dengan ekosistem rantai pasok bahan baku. Peresmian 1.179 SPPG dan 18 gudang ketahanan pangan Polri di Jakarta Barat menjadi bukti nyata upaya Polri dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional.
SPPG Polri dirancang dengan standar pengelolaan yang terintegrasi, mulai dari proses pengolahan, pengemasan, hingga distribusi makanan bergizi. Fasilitas ini juga dilengkapi dengan sistem pengawasan mutu dan keamanan pangan untuk memastikan kualitas asupan yang diterima masyarakat sesuai dengan standar gizi yang ditetapkan.
Ekosistem Rantai Pasok Terintegrasi
- Pengembangan tambak ikan dan udang, serta peternakan ayam dan kambing
- Pembuatan pabrik pakan ayam dan greenhouse
- Pengembangan sistem biofloc dan hidroponik
- Kerjasama dengan petani, peternak, dan UMKM lokal untuk meningkatkan perputaran ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan
Dengan ekosistem rantai pasok yang terintegrasi, SPPG Polri diharapkan dapat meningkatkan status gizi anak, mencegah kekurangan gizi, serta memperbaiki kualitas hidup masyarakat. Polri juga telah merekrut 596 Bintara Kompetensi Khusus, 97 di antaranya adalah pakar di bidang gizi dan kesehatan masyarakat.
Red
