PIS Rinjani dan PIS Paragon sudah berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman, sedangkan 2 kapal Pertamina lainnya —VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro—masih berada di Teluk Arab menunggu situasi keamanan membaik sebelum melintasi jalur tersebut. Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Moroujerdi, Sabtu (14/3/2026) menyatakan bahwa Selat Hormuz tetap dibuka bagi negara-negara yang tidak mengizinkan pihak musuh Iran memanfaatkan wilayah mereka untuk menyerang Iran dan mematuhi protokol lalu lintas di Selat Hormuz, dia memberikan contih 2 kapal Indonesia yang berhasil diizinkan melintas.
Gambar ilustrasi

Bekasi – Ikatan Ahli Rantai Suplai Indonesia (IARSI) terus mengamati Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang sempat memicu kekhawatiran global kini memberikan kabar positif bagi ketahanan energi nasional. Dua kapal tanker yang mengangkut kargo penting untuk rantai pasok Pertamina dilaporkan telah berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman dan terkendali.

Dua Kapal Pertamina PIS Rinjani dan PIS Paragon sudah berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman, sedangkan 2 kapal Pertamina lainnya —VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro—masih berada di Teluk Arab menunggu situasi keamanan membaik sebelum melintasi jalur tersebut. Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Moroujerdi, Sabtu (14/3/2026) menyatakan bahwa Selat Hormuz tetap dibuka bagi negara-negara yang tidak mengizinkan pihak musuh Iran memanfaatkan wilayah mereka untuk menyerang Iran dan mematuhi protokol lalu lintas di Selat Hormuz, dia memberikan contoh 2 kapal Indonesia yang berhasil diizinkan melintas.

Ketua Umum IARSI, Assoc. Prof. (Hon) R. Beniadi Setiawan, Ph.D, menyebut Keberhasilan ini menjadi titik krusial mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur logistik energi paling vital di dunia. Kelancaran lalu lintas di jalur ini berdampak langsung pada stabilitas stok dan distribusi energi di dalam negeri.

Menurut Beniadi Setiawan Manajemen rantai pasok (supply chain) memainkan peran vital dalam memastikan kedua kapal tersebut dapat berlayar tanpa hambatan. Keberhasilan ini tidak lepas dari koordinasi intensif dengan otoritas terkait serta penerapan protokol keamanan laut yang ketat.

Dengan melintasnya kapal-kapal tersebut, pasokan minyak mentah maupun produk turunan yang diperlukan untuk kebutuhan industri dan masyarakat berada dalam posisi aman. Hal ini memberikan sinyal positif bagi pasar domestik bahwa stok energi nasional tetap tangguh di tengah fluktuasi situasi global.

Ahli rantai suplai IARSI menilai bahwa efisiensi logistik di titik-titik rawan seperti Selat Hormuz adalah kunci utama dalam menjaga kedaulatan energi. Kolaborasi antara sektor transportasi laut dan manajemen distribusi menjadi benteng utama dalam menghadapi tantangan eksternal.

IARSI berharap langkah sukses ini terus berlanjut pada pengiriman-pengiriman berikutnya. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh lini distribusi, mulai dari kapal tanker hingga ke depo-depo di pelosok Indonesia, berjalan lancar tanpa gangguan berarti.

Keamanan jalur pasokan ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang logistik internasional guna menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.


Post: iarsi.org