Foto: Ketua Umum IARSI Ketua Assoc. Prof. (Hon) R. Beniadi Setiawan, ST, MM, Ph.D, saat Kunjungan strategis ke Kampus Digitech University di Bandung bersama Ketua Yayasan Puncak Prestasi Faikar Mujahid Akbar Soekiswo, Rektor Dr. Supriyadi, S.E., M.Si., serta jajaran wakil rektor dan staf akademik, 11 Maret 2026


Bandung - Ketua Umum Ikatan Ahli Rantai Suplai Indonesia, Assoc. Prof. (Hon) R. Beniadi Setiawan, ST, MM, Ph.D., melakukan kunjungan strategis ke Kampus Digitech University di Bandung yang disambut hangat oleh Ketua Yayasan Puncak Prestasi Faikar Mujahid Akbar Soekiswo, Rektor Dr. Supriyadi, S.E., M.Si., serta jajaran wakil rektor dan staf akademik. Kunjungan yang berlangsung dalam suasana formal namun akrab tersebut dimulai dengan sambutan resmi dari pihak yayasan dan rektorat, dilanjutkan dengan presentasi singkat mengenai visi misi Digitech University serta pemaparan kondisi dan kebutuhan dunia industri terkait kompetensi sumber daya manusia di bidang rantai pasok, pengadaan, dan logistik. Kehadiran Ketua Umum IARSI menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antara asosiasi profesional dan institusi pendidikan tinggi yang tengah berupaya menyesuaikan kurikulum dengan percepatan transformasi digital di sektor logistik dan rantai pasok.

Dalam sesi diskusi yang berlangsung intens, Beniadi menyampaikan komitmen dukungan penuh IARSI terhadap penyelenggaraan Tri Dharma perguruan tinggi di Digitech University, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta membuka peluang kerja sama di bidang pelatihan vokasi, magang industri, dan inkubasi teknologi. Ia menekankan bahwa kolaborasi praktisi dan akademisi harus bersifat sinergis dan berkelanjutan agar transfer pengetahuan teknis dan pengalaman lapangan dapat langsung diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran dan penelitian terapan. Menurutnya, dukungan asosiasi tidak hanya berupa masukan kurikulum, tetapi juga fasilitasi akses ke jaringan industri, penyediaan studi kasus nyata, serta pembentukan laboratorium dan pusat riset bersama yang mampu menguji solusi digital pada masalah logistik riil di Indonesia.

Beniadi menguraikan alasan strategis mengapa Digitech University perlu mengambil peran aktif dalam mencetak lulusan yang mahir memanfaatkan teknologi digital dalam manajemen rantai pasok, pengadaan, dan logistik. Pertama, transformasi digital industri yang melibatkan Internet of Things, big data, kecerdasan buatan (AI), dan otomasi menuntut tenaga kerja yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengoperasikan dan menginterpretasi teknologi tersebut untuk meningkatkan efisiensi operasional. Kedua, peningkatan daya saing nasional bergantung pada kemampuan perusahaan menurunkan biaya dan mempercepat respons rantai pasok; lulusan yang kompeten secara digital akan menjadi penggerak perubahan tersebut. Ketiga, kemampuan analitik dan sistem prediktif yang diajarkan di kampus dapat memperkuat ketahanan rantai pasok dengan mengantisipasi gangguan dan mengelola risiko secara proaktif, sebuah kebutuhan krusial di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Lebih jauh, Beniadi menyoroti pentingnya penelitian terapan dan inovasi lokal yang lahir dari kolaborasi antara akademisi dan praktisi untuk mengembangkan solusi seperti penerapan blockchain untuk traceability, model optimasi distribusi yang disesuaikan karakteristik pasar domestik, serta inisiatif green logistics untuk mengurangi jejak karbon sektor logistik. Ia juga menekankan kebutuhan tenaga ahli pengadaan yang memahami regulasi dan prinsip transparansi, terutama dalam konteks pengadaan publik, sehingga integritas dan akuntabilitas dapat ditingkatkan melalui pemanfaatan platform digital. Dengan demikian, peran Digitech University bukan sekadar menghasilkan lulusan, melainkan membentuk profesional yang mampu merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi sistem rantai pasok modern yang berkelanjutan dan adaptif.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat menyusun kerangka kerja sama yang lebih konkret meliputi pengembangan kurikulum bersama yang memasukkan modul teknologi rantai pasok digital, program magang dan penempatan kerja bagi mahasiswa di perusahaan mitra IARSI, proyek penelitian terapan dan laboratorium bersama, serta program pelatihan dan sertifikasi untuk dosen dan tenaga kependidikan. Rektor Dr. Supriyadi menyatakan kesiapan institusi untuk mempercepat implementasi kerja sama tersebut dan menyambut masukan praktis dari IARSI demi memastikan relevansi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja. 

Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjadikan sinergi antara dunia akademik dan praktik profesional sebagai pendorong lahirnya sumber daya manusia yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan digitalisasi rantai pasok nasional.

Post: iarsi.org