JAKARTA – Ketua Umum Ikatan Ahli Rantai Suplai Indonesia (IARSI) Assoc. Prof. (Hon) R. Beniadi Setiawan, S.T., M.M., Ph.D., menggelar pertemuan strategis dengan Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, guna membahas langkah konkret transformasi sektor logistik nasional. Diskusi intensif ini membedah berbagai tantangan industri sekaligus merumuskan strategi besar untuk mendukung target utama Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025-2029, yakni menekan biaya logistik nasional hingga ke angka 12,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2029.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menyepakati satu poin krusial: mengoptimalkan peran kapal Ro-Pax (Roll-on/Roll-off Passenger) sebagai tulang punggung moda transportasi nasional. Mengingat karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan dengan rute jarak pendek hingga menengah, Ro-Pax dinilai sebagai solusi paling logis dan efisien. Secara teknis, rute laut yang ditempuh di bawah 45 jam merupakan "Golden Time" bagi biaya operasional kapal Ro-Pax. Di bawah durasi tersebut, efisiensi bongkar muat dan perputaran barang mencapai titik optimal yang tidak bisa dicapai oleh moda transportasi laut lainnya.
> "Indonesia harus belajar dari kesuksesan Jepang yang mampu menekan biaya logistiknya hingga ke angka 8% terhadap PDB," ungkap Ketua Umum IARSI dalam diskusi tersebut.
Jepang, yang secara geografis serupa dengan Indonesia, sukses menjalankan sistem "Jalan Tol Laut" berbasis Ro-Pax. Ada tiga kunci utama yang dapat diadopsi: Integrasi Multimoda yang memungkinkan truk langsung naik ke kapal tanpa proses bongkar muat yang berbelit; Konsistensi Jadwal yang membuat kapal berfungsi layaknya "kereta api di atas air"; serta Dukungan Anggaran pemerintah untuk penguatan infrastruktur dermaga khusus guna memastikan konektivitas antar-pulau tetap stabil.
Adopsi strategi ini dinilai bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan mendesak bagi Indonesia. Di tengah fluktuasi harga BBM global yang terus melonjak, ketergantungan pada transportasi darat jarak jauh (long-haul trucking) sangat berisiko mengerek harga komoditas. Transportasi laut melalui Ro-Pax terbukti jauh lebih hemat energi per unit barang. Dengan memperluas rute dan memperkuat dukungan anggaran untuk infrastruktur pelabuhan khusus Ro-Pax, Indonesia diharapkan mampu memitigasi dampak kenaikan harga energi sekaligus mewujudkan kedaulatan logistik yang lebih kompetitif di kancah global.
Post: iarsi.org
