Bekasi — Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menegaskan komitmen dunia usaha nasional untuk memperkuat kerja sama global di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik akibat konflik di Timur Tengah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadirannya dalam forum internasional di Beijing, Tiongkok, yang berfokus pada penguatan rantai pasok global dan ketahanan pangan.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari undangan resmi China Council for the Promotion of International Trade dalam agenda The 4th China International Supply Chain Expo Roadshow di Jakarta. Forum tersebut dinilai strategis sebagai pintu masuk Indonesia dalam memperluas jejaring ke pusat rantai pasok global sekaligus memperkuat posisi nasional dalam menghadapi disrupsi distribusi internasional. Dalam keterangannya, Anindya menekankan bahwa dinamika konflik global harus direspons dengan peningkatan kolaborasi lintas negara, khususnya dengan mitra strategis seperti Tiongkok.
Ia menilai gangguan terhadap rantai pasok global merupakan risiko nyata yang tidak bisa dihindari, sehingga diperlukan pendekatan kerja sama yang lebih erat dan konkret. Selain menghadiri agenda utama, delegasi Indonesia juga akan memanfaatkan forum bisnis global untuk menjajaki peluang kerja sama yang lebih implementatif, termasuk dalam sektor pangan dan logistik strategis.
Di sisi lain, Ketua Umum Ikatan Ahli Rantai Suplai Indonesia (IARSI), Assoc. Prof. (Hon) R. Beniadi Setiawan, Ph.D. menilai langkah diplomasi ekonomi tersebut merupakan strategi yang tepat dalam merespons tekanan global yang semakin kompleks. Sebagai organisasi profesi yang berfokus pada pengembangan dan optimalisasi rantai suplai nasional, IARSI menegaskan bahwa kolaborasi internasional menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan sistem distribusi Indonesia.
IARSI berpandangan bahwa peningkatan frekuensi gangguan rantai pasok—baik akibat konflik geopolitik, krisis ekonomi, maupun faktor eksternal lainnya—menuntut Indonesia untuk lebih proaktif dalam mengelola risiko. Strategi seperti diversifikasi sumber pasokan, penguatan integrasi logistik nasional, serta pemanfaatan teknologi digital dinilai menjadi langkah krusial untuk menjaga stabilitas distribusi barang dan jasa.
Lebih lanjut, IARSI juga mengingatkan bahwa sektor pangan, energi, logistik, farmasi, dan manufaktur merupakan titik paling rentan dalam struktur rantai pasok nasional. Gangguan pada sektor-sektor tersebut berpotensi menimbulkan efek domino terhadap inflasi, stabilitas ekonomi, hingga ketahanan sosial. Oleh karena itu, penguatan sistem distribusi pangan dan efisiensi logistik harus menjadi prioritas utama dalam setiap kerja sama internasional yang dibangun pemerintah maupun dunia usaha.
Sementara itu, sejumlah lembaga riset ekonomi nasional turut menyoroti urgensi penguatan rantai pasok di tengah tekanan global. Institute for Development of Economics and Finance menilai ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku strategis masih menjadi tantangan utama yang dapat memperlemah daya tahan industri dalam negeri ketika terjadi gangguan eksternal. Senada, kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia menunjukkan bahwa efisiensi logistik dan stabilitas distribusi pangan menjadi faktor kunci dalam menjaga inflasi tetap terkendali, terutama pada periode ketidakpastian global.
Selain itu, data Badan Pusat Statistik mencerminkan bahwa sektor pangan dan energi masih memberikan kontribusi signifikan terhadap fluktuasi harga domestik, sehingga penguatan rantai pasok pada dua sektor tersebut menjadi krusial dalam menjaga daya beli masyarakat. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa diplomasi ekonomi yang dilakukan Kadin tidak hanya berdimensi global, tetapi juga memiliki implikasi langsung terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Dengan membawa misi penguatan rantai pasok dan ketahanan pangan ke Beijing, Kadin diharapkan tidak hanya memperluas kerja sama global, tetapi juga mampu memperkuat fondasi ekonomi domestik. Sinergi antara dunia usaha dan pemangku kepentingan, termasuk peran strategis IARSI, dinilai akan menjadi faktor penentu dalam menjadikan Indonesia sebagai simpul penting dalam jaringan rantai pasok global yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Post: iarsi.org
