Foto: Pertemuan Konsolidasi logistik BUMN ini dihadiri oleh para direktur yang membidangi pengembangan bisnis dari sejumlah BUMN, serta jajaran direktur utama dari berbagai anak perusahaan logistik, antara lain PT Multi Terminal Indonesia, PT Prima Indonesia Logistik, PT Pos Logistik Indonesia, PT Sarana Bandar Logistik, PT KBN Prima Logistik, PT Varia Usaha Dharma Segara, PT Krakatau Jasa Logistik, dan PT Berdikari Logistik Indonesia.Turut hadir pula perwakilan Danantara (15 April 2026)
Bekasi - Ikatan Ahli Rantai Suplai Indonesia (IARSI) merespons positif langkah konsolidasi logistik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tengah didorong pemerintah melalui peran strategis PT Pos Indonesia. Kebijakan ini dinilai sebagai momentum penting untuk memperbaiki struktur rantai pasok nasional yang selama ini masih berjalan secara parsial dan kurang terintegrasi.
Ketua Umum IARSI Assoc. Prof. (Hon) R. Beniadi Setiawan, Ph.D. menilai, konsolidasi logistik BUMN merupakan langkah tepat untuk memperkuat sinergi antarperusahaan pelat merah, sekaligus mengurangi tumpang tindih layanan yang selama ini terjadi. Integrasi ini diyakini mampu menciptakan efisiensi operasional, meningkatkan kapasitas distribusi, serta memperkuat daya saing logistik Indonesia di tingkat global.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya PT Pos Indonesia yang mendukung konsolidasi logistik BUMN sebagai strategi memperkuat efisiensi rantai pasok nasional. Dalam forum koordinasi antar-BUMN, konsolidasi dipandang sebagai kunci untuk menyatukan visi dalam membangun ekosistem logistik yang terintegrasi dan kompetitif.
Beniadi Setiawan juga menyoroti bahwa selama ini sektor logistik BUMN masih menghadapi tantangan berupa fragmentasi layanan dan kompetisi internal antarperusahaan. Kondisi tersebut dinilai menghambat optimalisasi aset dan jaringan logistik nasional. Konsolidasi menjadi solusi untuk mengatasi inefisiensi tersebut dan membangun “national logistics champion” yang mampu bersaing dengan pemain global.
Selain itu, dukungan terhadap konsolidasi juga diperkuat oleh strategi transformasi digital yang tengah dijalankan Pos Indonesia, termasuk pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Integrasi antara konsolidasi bisnis dan digitalisasi diyakini dapat meningkatkan efisiensi operasional serta memperkuat sistem rantai pasok yang lebih adaptif dan terhubung.
IARSI menilai, keberhasilan konsolidasi logistik BUMN akan berdampak langsung pada penurunan biaya logistik nasional yang selama ini masih relatif tinggi dibanding negara lain di kawasan. Dengan integrasi jaringan distribusi hingga ke pelosok, efisiensi biaya dan kecepatan pengiriman dapat meningkat secara signifikan.
IARSI mendorong agar proses konsolidasi tidak hanya berhenti pada penggabungan entitas, tetapi juga diikuti dengan harmonisasi sistem, standar layanan, serta penguatan tata kelola. Dengan demikian, konsolidasi logistik BUMN benar-benar mampu menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan daya saing Indonesia di rantai pasok global.
Post: iarsi.org
