Bekasi — Ikatan Ahli Rantai Suplai Indonesia (IARSI) memberikan apresiasi atas meningkatnya peran industri otomotif nasional dalam rantai pasok kendaraan komersial global. Peningkatan kinerja ekspor yang signifikan dinilai menjadi bukti bahwa Indonesia tidak hanya berperan sebagai basis produksi, tetapi juga telah menjadi bagian penting dari ekosistem rantai pasok industri kendaraan bermotor dunia.
Apresiasi tersebut disampaikan menyusul rilis data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo)) yang mencatat kinerja ekspor positif pada awal 2026. Sepanjang Januari–Februari 2026, ekspor kendaraan utuh atau completely built up (CBU) mencapai 86.588 unit, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan tingginya permintaan global terhadap kendaraan produksi Indonesia di tengah dinamika industri otomotif dunia.
Selain CBU, ekspor completely knocked down (CKD) juga tercatat sebanyak 13.934 set. Tidak hanya itu, ekspor komponen kendaraan bahkan menembus lebih dari 29 juta pieces. Capaian tersebut menegaskan bahwa industri otomotif nasional telah berkembang dari sekadar perakit kendaraan menjadi pemain penting dalam rantai pasok global yang memasok komponen ke berbagai negara.
Ketua Umum IARSI, IARSI, Assoc. Prof. (Hon) R. Beniadi Setiawan, Ph.D. menilai, lonjakan ekspor ini mencerminkan keberhasilan transformasi industri manufaktur nasional yang semakin terintegrasi dengan jaringan produksi global. Menurutnya, penguatan rantai pasok domestik, peningkatan efisiensi logistik, serta adopsi teknologi produksi menjadi faktor kunci yang mendorong daya saing Indonesia di pasar internasional.
Berdasarkan data yang dikutip dari VIVA Otomotif, kendaraan komersial buatan Indonesia kini telah menjangkau berbagai kawasan dunia, mulai dari Asia, Timur Tengah, hingga Amerika Latin. Negara tujuan ekspor utama antara lain Meksiko, Peru, Filipina, Vietnam, Thailand, Malaysia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, dan Oman. Selain itu, pasar ekspor juga meluas ke Bangladesh, Kamboja, Brunei Darussalam, Lebanon, hingga negara-negara Karibia seperti Barbados, Jamaika, dan Guatemala.
Diversifikasi pasar ini menunjukkan bahwa ekspor kendaraan Indonesia tidak bergantung pada satu kawasan tertentu, sehingga lebih resilien terhadap fluktuasi ekonomi global. Kendaraan niaga ringan seperti pick up dan van menjadi kontributor utama ekspor, dengan model seperti Daihatsu Gran Max, Toyota Town Ace, dan Lite Ace yang banyak diminati di negara berkembang karena efisiensi operasional serta daya angkut yang sesuai kebutuhan usaha kecil dan menengah.
Di segmen lain, kendaraan berbasis SUV ladder frame juga memperkuat kinerja ekspor nasional. Model seperti Toyota Fortuner banyak dikirim ke kawasan Timur Tengah dan Amerika Latin yang membutuhkan kendaraan dengan ketangguhan tinggi di berbagai kondisi medan. Hal ini memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi kendaraan multisegmen untuk pasar global.
IARSI juga menyoroti bahwa peningkatan ekspor tidak terlepas dari kapasitas produksi nasional yang terus tumbuh. Dalam dua bulan pertama 2026, total produksi kendaraan di Indonesia mencapai 209.543 unit. Angka ini menunjukkan kemampuan industri dalam negeri untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan pasar domestik dan permintaan ekspor yang terus meningkat.
Sejumlah pengamat industri yang dikutip dari berbagai sumber menyebutkan bahwa Indonesia kini semakin diperhitungkan dalam peta rantai pasok otomotif global. Integrasi antara pabrikan, pemasok komponen, dan jaringan logistik dinilai semakin solid, sehingga mampu mendukung peningkatan volume ekspor secara berkelanjutan.
Selain itu, penguatan kebijakan hilirisasi industri dan investasi di sektor otomotif turut mempercepat peningkatan daya saing nasional. Dengan basis produksi yang kuat dan ekspansi pasar yang terus meluas, Indonesia diproyeksikan akan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat produksi kendaraan komersial di kawasan Asia Pasifik.
Dengan capaian tersebut, IARSI menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem rantai pasok nasional melalui peningkatan kualitas SDM, inovasi teknologi, serta penguatan kolaborasi antara industri dan pemerintah agar momentum pertumbuhan ekspor kendaraan komersial dapat terus berlanjut dalam jangka panjang.
Post: iarsi.org
