Bekasi — Ikatan Ahli Rantai Suplai Indonesia (IARSI) menilai pengakuan lembaga internasional terhadap ketahanan ekonomi Indonesia menjadi sinyal kuat bahwa fondasi ekonomi nasional berada pada jalur yang solid di tengah tekanan global yang terus meningkat. Dalam pertemuan Spring Meetings 2026, Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia secara terbuka memuji kemampuan Indonesia menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mempertahankan pertumbuhan.
Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, menegaskan bahwa Indonesia mampu mengelola keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan di tengah dinamika global yang kompleks. IMF bahkan menyebut Indonesia sebagai salah satu “bright spot” atau titik terang ekonomi dunia, didukung fundamental yang kuat dan kebijakan yang kredibel.
Pengakuan serupa juga datang dari Bank Dunia dan investor global yang melihat konsistensi Indonesia dalam menjaga disiplin fiskal dan stabilitas moneter. Dalam forum tersebut, Indonesia dinilai berhasil mempertahankan defisit anggaran di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sekaligus menjaga kepercayaan pasar melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi fiskal Indonesia tetap kuat dengan bantalan anggaran yang memadai, sehingga tidak termasuk negara yang memerlukan dukungan pembiayaan dari IMF. “Fundamental ekonomi kita solid dan mampu menghadapi tekanan global,” ujarnya dalam keterangan resmi di sela pertemuan tersebut.
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebut ketahanan ekonomi nasional ditopang oleh tiga faktor utama, yakni kredibilitas kebijakan, kemampuan adaptasi terhadap dinamika global, serta penguatan kemitraan internasional. Ia menambahkan bahwa stabilitas nilai tukar, inflasi yang terkendali, dan permintaan domestik yang kuat menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini.
IARSI menilai capaian tersebut tidak terlepas dari perbaikan sistem logistik dan rantai pasok nasional yang semakin efisien dan adaptif terhadap disrupsi global. Ketua Umum IARSI Assoc. Prof. (Hon) R. Beniadi Setiawan, Ph.D., dalam keterangannya, menyebut bahwa ketahanan ekonomi Indonesia juga diperkuat oleh kemampuan sektor riil dalam menjaga distribusi barang, stabilitas pasokan, serta respons cepat terhadap gangguan global seperti konflik geopolitik dan volatilitas harga komoditas.
Namun demikian, Beniadi Setiawan mengingatkan bahwa tantangan ke depan masih besar, terutama terkait ketidakpastian global, perlambatan ekonomi dunia, dan dinamika geopolitik. Oleh karena itu, sinergi kebijakan pemerintah, otoritas moneter, serta penguatan ekosistem logistik dan industri domestik dinilai menjadi kunci agar Indonesia tetap mempertahankan posisinya sebagai “bright spot” ekonomi global.
Post: iarsi.org
