JAKARTA, 10 April 2026 – Ketua Umum Ikatan Ahli Rantai Suplai Indonesia (IARSI), Assoc. Prof. (Hon) R. Beniadi Setiawan, Ph.D., didampingi Wakil Sekretaris Jenderal IARSI, Julhan E. Sianturi, menghadiri pameran  GIICOMVEC (Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo) 2026 di Jakarta. Kunjungan ini merupakan pemenuhan undangan resmi dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI).

GIICOMVEC 2026 menjadi momentum strategis bagi IARSI untuk memantau perkembangan industri kendaraan komersial, komponen, hingga karoseri. Pameran ini diharapkan mampu mendorong peningkatan investasi, adopsi teknologi terbaru, serta memperluas penetrasi pasar baik di level domestik maupun ekspor.

Transformasi Hijau: 70% Peserta Pamerkan Teknologi EV

Dalam kunjungannya, Ketua Umum IARSI memberikan apresiasi tinggi terhadap arah industri otomotif nasional. Berdasarkan data penyelenggara, sebanyak 70% peserta pameran tahun ini menampilkan produk kendaraan komersial berbasis Electric Vehicle (EV).

"Kami sangat mengapresiasi antusiasme para pelaku industri. Dominasi kendaraan berbasis EV di GIICOMVEC 2026 adalah sinyal kuat bahwa sektor logistik kita siap menuju transformasi energi," ujar R. Beniadi Setiawan.

Urgensi Elektrifikasi untuk Ketahanan Energi Nasional

IARSI menekankan pentingnya percepatan elektrifikasi pada kendaraan berat seperti truk dan bus. Saat ini, kedua moda transportasi tersebut masih menjadi tulang punggung logistik nasional namun sangat bergantung pada Bahan Bakar Minyak (BBM).

IARSI memaparkan data strategis terkait potensi penghematan anggaran negara jika transformasi ini berhasil dilakukan:

  • Populasi Kendaraan: Saat ini terdapat sekitar 6,5 juta unit truk dan 280.000 unit bus  yang beroperasi di Indonesia.P

  • Potensi Penghematan: Jika seluruh armada ini bertransformasi ke tenaga listrik, negara diprediksi dapat menghemat anggaran subsidi BBM dari APBN hingga USD 5 miliar per tahun.

Memperkuat Rantai Pasok dan Peran UMKM

Selain aspek energi, Wasekjen IARSI, Julhan E. Sianturi, menyoroti pentingnya kolaborasi antar-pelaku usaha dalam ekosistem ini. IARSI mendorong keterlibatan lebih dalam dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rantai pasok industri otomotif nasional, khususnya dalam penyediaan komponen pendukung kendaraan komersial.

"Transformasi menuju EV bukan hanya soal lingkungan, tapi soal efisiensi rantai suplai dan ketahanan ekonomi. Dengan mengurangi ketergantungan pada BBM, kita memperkuat struktur biaya logistik nasional secara jangka panjang," tutup Beniadi.


Post: iarsi.org