Bekasi - Ikatan Ahli Rantai Suplai Indonesia (IARSI) mendorong penguatan sistem rantai pasok sebagai kunci keberhasilan implementasi Koperasi Merah Putih dalam memperkuat ekonomi nasional berbasis kerakyatan. Organisasi profesi tersebut menilai koperasi harus bertransformasi dari sekadar lembaga ekonomi tradisional menjadi pengelola distribusi modern yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

Assoc. Prof. (Hon) R. Beniadi Setiawan, Ph.D., (Ketua umum (IARSI)) menyampaikan bahwa tantangan utama koperasi saat ini terletak pada distribusi dan akses pasar. Menurutnya, tanpa sistem rantai pasok yang efisien, koperasi akan sulit bersaing dengan pelaku usaha besar. “Koperasi harus mampu mengelola aliran barang secara efisien, mulai dari produksi hingga ke konsumen akhir,” ujarnya.

IARSI merekomendasikan penerapan digitalisasi rantai pasok melalui sistem pelacakan logistik, manajemen stok berbasis data, serta integrasi platform antar koperasi. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi sekaligus transparansi. Sejumlah studi juga menunjukkan bahwa integrasi teknologi dan koperasi mampu meningkatkan efisiensi biaya serta akses pasar petani dan pelaku usaha kecil secara signifikan. ujar Beniadi Setiawan.

Beniadi Setiawan juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur logistik seperti gudang bersama dan pusat distribusi regional. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan Koperasi Merah Putih sebagai penguat rantai pasok nasional dan pendorong efisiensi ekonomi.

Dari sisi kebijakan, ekonom dan pengamat koperasi menilai Koperasi Merah Putih memiliki potensi besar sebagai agregator rantai pasok nasional. Dalam berbagai forum, anggota DPR menekankan bahwa koperasi harus mampu mengatur distribusi dan harga agar lebih adil bagi produsen dan konsumen.

Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberadaan Koperasi Merah Putih dapat memangkas rantai pasok pangan yang sebelumnya terlalu panjang. Ia menyebut, skema distribusi yang lebih pendek—dari petani ke koperasi lalu ke konsumen—akan meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat.

Pendapat serupa disampaikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang menilai koperasi desa harus menjadi pusat kegiatan ekonomi riil dan terintegrasi dalam ekosistem nasional. Menurutnya, penguatan koperasi akan menciptakan rantai nilai yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada masyarakat akar rumput.

IARSI juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan manajemen logistik dan supply chain. Tanpa SDM yang kompeten, transformasi digital dan penguatan sistem distribusi dinilai tidak akan berjalan optimal.

Dengan mengakomodir rekomendasi tersebut, IARSI optimistis Koperasi Merah Putih dapat berkembang menjadi tulang punggung rantai pasok nasional. Integrasi teknologi, infrastruktur logistik, dan kolaborasi lintas sektor diyakini mampu mendorong koperasi menjadi instrumen strategis dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat UMKM, serta meningkatkan kemandirian ekonomi Indonesia.


Post: iarsi,org