Ilustrasi by. iarsi.org - AI

Bekasi - Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61% pada kuartal I 2026 menjadi sinyal positif bagi pemulihan dan penguatan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Capaian ini menunjukkan bahwa aktivitas produksi, distribusi, dan konsumsi masyarakat terus mengalami peningkatan.

Apresiasi terhadap kinerja tersebut disampaikan oleh Ikatan Ahli Rantai Suplai Indonesia (IARSI). Organisasi ini menilai pemerintah berhasil menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dari tren sebelumnya yang berada di kisaran 5 persen.

Menurut IARSI, salah satu faktor utama di balik pertumbuhan tersebut adalah peran strategis rantai pasok yang semakin efisien dan terintegrasi. Sistem distribusi yang baik dinilai mampu menjaga kelancaran arus barang dari produsen ke konsumen, sehingga aktivitas ekonomi tidak terganggu.

Sektor-sektor seperti logistik, pangan, dan manufaktur disebut menjadi pilar penting dalam rantai pasok nasional. Kelancaran distribusi bahan baku dan barang jadi tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga membantu menjaga stabilitas harga di pasar.

Ketua Umum Ikatan Ahli Rantai Suplai Indonesia (IARSI), Assoc. Prof. (Hon) R. Beniadi Setiawan, Ph.D., menegaskan bahwa rantai pasok merupakan faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia menyatakan bahwa efisiensi dalam sistem logistik dan distribusi akan berdampak langsung pada peningkatan daya saing ekonomi Indonesia.

“Rantai pasok yang kuat dan terintegrasi menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi. Ketika distribusi berjalan lancar dan biaya logistik dapat ditekan, maka produktivitas meningkat dan ekonomi dapat tumbuh lebih optimal,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguatan infrastruktur serta digitalisasi dalam sistem rantai pasok agar Indonesia mampu mempertahankan momentum pertumbuhan. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, rantai pasok diyakini akan terus menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di masa depan.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa capaian pertumbuhan 5,61% merupakan hasil kerja bersama berbagai sektor yang tetap solid di tengah tekanan global. Ia menyebut Indonesia mulai keluar dari tren pertumbuhan stagnan di kisaran 5 persen, sekaligus menunjukkan bahwa fundamental ekonomi nasional semakin kuat dan resilien.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan melalui penguatan konsumsi domestik, investasi, serta stabilitas fiskal. Menurutnya, sinergi antara kebijakan pemerintah dan perbaikan di sektor riil, termasuk rantai pasok, menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat terus meningkat dan lebih merata di berbagai wilayah.

post: iarsi.org