Bekasi - Ikatan Ahli Rantai Suplai Indonesia (IARSI) menilai rencana pengembangan Pelabuhan Selinsing di Kota Dumai merupakan langkah strategis yang dapat memperkuat posisi Riau sebagai salah satu simpul logistik utama di kawasan barat Indonesia. Proyek yang diproyeksikan menjadi motor baru investasi dan logistik tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan nasional untuk menurunkan biaya distribusi dan memperkuat konektivitas rantai pasok industri.
IARSI menyebutkan, posisi geografis Dumai yang berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka memberikan keuntungan kompetitif yang sangat besar. Dengan dukungan kawasan industri dan dermaga multipurpose, Pelabuhan Selinsing berpotensi menjadi pusat konsolidasi arus barang ekspor-impor, terutama komoditas unggulan seperti crude palm oil (CPO), turunannya, serta sektor manufaktur berbasis hilirisasi.
Menurut IARSI, pembangunan pelabuhan modern tidak hanya berdampak pada aktivitas bongkar muat, tetapi juga menciptakan efek berantai terhadap efisiensi rantai suplai nasional. Selama ini biaya logistik Indonesia masih relatif tinggi akibat ketimpangan infrastruktur dan keterbatasan konektivitas antar moda transportasi. Kehadiran pelabuhan baru yang terintegrasi dengan kawasan industri dapat memangkas dwelling time, mempercepat distribusi barang, serta meningkatkan kepastian pasokan industri.
IARSI juga menilai langkah Pemerintah Kota Dumai menawarkan skema kerja sama Business-to-Business (B2B) menjadi pendekatan yang cukup realistis dalam menarik investor strategis. Skema tersebut dinilai lebih fleksibel dalam mempercepat realisasi proyek dan membuka peluang kolaborasi dengan pelaku logistik nasional maupun internasional.
Dari perspektif rantai suplai, Pelabuhan Selinsing dapat menjadi pelengkap ekosistem logistik Dumai yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat ekspor CPO terbesar di Indonesia. Data sebelumnya menunjukkan Pelabuhan Dumai telah menjadi salah satu pelabuhan ekspor CPO terbesar di Sumatera dengan volume ekspor jutaan ton per tahun.
IARSI menekankan bahwa pengembangan pelabuhan harus dibarengi dengan integrasi sistem logistik digital, penguatan akses jalan hinterland, serta kesiapan sumber daya manusia logistik. Tanpa integrasi tersebut, peningkatan kapasitas pelabuhan dikhawatirkan tidak optimal dalam menciptakan efisiensi rantai pasok.
Selain itu, pengembangan Pelabuhan Selinsing perlu diarahkan menjadi bagian dari jaringan transshipment nasional yang mendukung penguatan posisi Indonesia di jalur perdagangan Selat Malaka. Saat ini pemerintah pusat dan Pelindo juga tengah mendorong Dumai sebagai hub logistik baru untuk menangkap limpahan arus kargo regional dari Singapura dan Malaysia.
IARSI memproyeksikan apabila proyek ini berjalan sesuai rencana, maka dalam beberapa tahun ke depan Dumai berpotensi berkembang menjadi pusat logistik terpadu berbasis industri dan maritim di pesisir timur Sumatera. Dampaknya tidak hanya terhadap peningkatan investasi, tetapi juga penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan industri pendukung, serta penguatan daya saing ekspor nasional.
post: iarsi.org
