ilustrasi by. iarsi.org - AI


Bekasi - Pemerintah Indonesia terus mempercepat langkah untuk menjadikan Tanah Air sebagai pusat industri halal dunia. Setelah memperkuat kerja sama rantai pasok halal dengan Inggris, Indonesia kini juga memperluas pengakuan sertifikasi halal internasional melalui penandatanganan Recognition Agreement (RA) dengan sejumlah lembaga halal asal China.

Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem halal global yang terus berkembang, sekaligus memperlancar arus ekspor produk halal nasional ke pasar internasional.

Dalam kerja sama terbaru, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bersama Kamar Dagang Inggris (BritCham) membahas penguatan rantai pasok produk halal, termasuk implementasi Jaminan Produk Halal (JPH) dan penguatan distribusi produk halal lintas negara. Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menegaskan bahwa halal kini bukan lagi sekadar regulasi, melainkan bagian dari daya saing global.

Sementara itu, Indonesia juga memperluas pengakuan halal internasional melalui kerja sama dengan lembaga halal asal Shenzhen, China. Kesepakatan tersebut diyakini akan mempercepat harmonisasi standar halal internasional, memangkas hambatan perdagangan, serta memperluas akses pasar produk Indonesia ke China dan negara lain.

Ketua Umum Ikatan Ahli Rantai Suplai Indonesia (IARSI)Assoc. Prof. (Hon) R. Beniadi Setiawan, Ph.D., menilai langkah pemerintah memperkuat kerja sama halal dengan Inggris dan China merupakan strategi penting dalam membangun ketahanan rantai pasok nasional sekaligus meningkatkan daya saing logistik Indonesia di pasar global.

Menurutnya, keberhasilan Indonesia menjadi pusat halal dunia tidak hanya bergantung pada sertifikasi, tetapi juga pada integrasi sistem logistik, transportasi multimoda, dan efisiensi distribusi produk halal dari hulu hingga hilir. Ia menekankan bahwa konektivitas rantai pasok yang kuat akan menentukan kemampuan produk halal Indonesia bersaing secara global.

Beniadi juga menilai kerja sama internasional semacam ini dapat membuka peluang besar bagi UMKM nasional untuk masuk ke pasar global, terutama melalui penguatan sistem logistik, digitalisasi rantai pasok, dan harmonisasi standar halal internasional. Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar karena didukung pasar domestik yang kuat, populasi muslim terbesar di dunia, serta posisi strategis dalam jalur perdagangan internasional.

BPJPH sendiri menegaskan bahwa penguatan ekosistem halal nasional akan menjadikan Indonesia bukan hanya sebagai pasar produk halal, tetapi juga pemain utama dalam rantai pasok halal dunia.

Post : iarsi.org