ilustrasi by: iarsi.org - AI


Bekasi – Ikatan Ahli Rantai Suplai Indonesia (IARSI) menilai dukungan pemerintah terhadap penguatan holding BUMN logistik menjadi momentum penting untuk meningkatkan daya saing rantai pasok nasional. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat integrasi layanan logistik, menekan biaya distribusi, serta meningkatkan konektivitas antardaerah di tengah persaingan global yang semakin ketat. 

Ketua Umum IARSI, Assoc. Prof. (Hon) R. Beniadi Setiawan, Ph.D.,CMI.,CMT., mengatakan transformasi sektor logistik tidak hanya menyangkut penggabungan entitas usaha, tetapi juga harus diikuti dengan integrasi sistem digital, modernisasi infrastruktur, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Indonesia membutuhkan ekosistem logistik yang terintegrasi dari pelabuhan, pergudangan, transportasi darat, hingga distribusi last mile. Holding BUMN logistik akan memberikan nilai tambah apabila mampu menciptakan efisiensi operasional secara menyeluruh."

Menurut IARSI, biaya logistik Indonesia masih memiliki ruang untuk terus ditekan melalui sinkronisasi layanan antar-BUMN dan kolaborasi dengan pelaku usaha swasta. Integrasi tersebut diyakini mampu mempercepat arus barang sekaligus meningkatkan keandalan distribusi nasional.

Menteri Perhubungan sebelumnya menyampaikan dukungan terhadap transformasi BUMN logistik sebagai upaya memperkuat efisiensi dan meningkatkan daya saing logistik Indonesia di pasar global. 

IARSI juga menilai penguatan holding akan semakin relevan seiring meningkatnya aktivitas perdagangan regional. Proyeksi nilai pasar logistik ASEAN yang diperkirakan mencapai sekitar US$390 miliar pada 2030 menunjukkan besarnya peluang Indonesia menjadi pusat logistik kawasan apabila mampu meningkatkan efisiensi dan konektivitas nasional. 

Di sisi lain, tren positif juga terlihat dari meningkatnya aktivitas peti kemas di sejumlah pelabuhan Indonesia. Pertumbuhan arus barang tersebut menjadi indikator bahwa kebutuhan terhadap sistem logistik yang terintegrasi semakin besar, terutama untuk mendukung ekspor dan aktivitas industri. 

IARSI merekomendasikan beberapa langkah strategis agar transformasi holding BUMN logistik memberikan dampak optimal, antara lain:

  • mempercepat digitalisasi rantai pasok nasional;

  • mengintegrasikan data logistik lintas moda transportasi;

  • meningkatkan konektivitas pelabuhan dan kawasan industri;

  • memperkuat kolaborasi antara BUMN, swasta, dan UMKM;

  • memperluas pemanfaatan teknologi analitik untuk meningkatkan efisiensi distribusi.

Menurut IARSI, keberhasilan transformasi tersebut akan menjadi fondasi penting bagi Indonesia untuk menurunkan biaya logistik, meningkatkan daya saing ekspor, serta memperkuat posisi sebagai hub logistik di kawasan Asia Tenggara. Dengan ekosistem logistik yang semakin efisien, industri nasional diperkirakan akan memperoleh manfaat berupa distribusi yang lebih cepat, biaya operasional yang lebih rendah, dan ketahanan rantai pasok yang semakin kuat.


post: iarsi.org