ilustrasi UMKM dan Industri Lokal



Bekasi, 22 Juni 2026 – Ikatan Ahli Rantai Suplai Indonesia (IARSI) menilai pembangunan dan penguatan pusat logistik regional menjadi salah satu kebutuhan mendesak untuk meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta memperkuat industri lokal di berbagai daerah. Keberadaan pusat logistik yang terintegrasi dinilai mampu menekan biaya distribusi, mempercepat arus barang, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha di daerah.

Ketua Umum IARSI, Assoc. Prof. (Hon) R. Beniadi Setiawan, Ph.D.,CMI.,CITS., menyampaikan bahwa selama ini masih terdapat kesenjangan infrastruktur logistik antara wilayah perkotaan dan daerah penyangga produksi. Akibatnya, banyak UMKM menghadapi biaya distribusi yang tinggi sehingga sulit bersaing dengan produk dari wilayah yang memiliki akses logistik lebih baik.

“Pusat logistik regional tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang, tetapi juga menjadi simpul penting yang menghubungkan produsen, distributor, pelaku UMKM, hingga konsumen. Dengan sistem yang terintegrasi, biaya logistik dapat ditekan dan efisiensi rantai pasok dapat meningkat,” ujarnya.

Menurut IARSI, biaya logistik yang masih relatif tinggi menjadi salah satu faktor yang mengurangi daya saing produk lokal. Dalam banyak kasus, biaya pengiriman barang dari sentra produksi ke pasar utama dapat mencapai porsi yang cukup besar dari harga jual produk.

UMKM Membutuhkan Dukungan Ekosistem Logistik

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa penguatan UMKM tidak hanya berkaitan dengan akses pembiayaan, tetapi juga akses terhadap pasar dan jaringan distribusi yang efisien.

Menurutnya, banyak produk UMKM memiliki kualitas yang baik namun terkendala pada aspek pengiriman, pergudangan, dan konsolidasi barang. Oleh karena itu, pembangunan ekosistem logistik yang mendukung UMKM menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian nasional.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Ia menilai bahwa penguatan rantai pasok domestik harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari penyediaan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi ke pasar.

“Industri yang kuat membutuhkan sistem logistik yang efisien. Ketika distribusi berjalan lancar, maka biaya produksi dapat ditekan dan daya saing produk nasional akan meningkat,” ujar Agus dalam sejumlah forum industri.

Menekan Ketimpangan Antarwilayah

IARSI menilai pusat logistik regional dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketimpangan ekonomi antarwilayah. Selama ini aktivitas pergudangan modern dan pusat distribusi masih terkonsentrasi di kawasan tertentu, terutama Pulau Jawa.

Dengan adanya pusat logistik regional di berbagai provinsi, pelaku usaha lokal dapat memperoleh akses yang lebih baik terhadap layanan penyimpanan, pengemasan, distribusi, hingga sistem informasi rantai pasok.

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, menilai penguatan infrastruktur logistik daerah akan berdampak langsung terhadap efisiensi ekonomi nasional.

“Indonesia memiliki potensi ekonomi daerah yang besar, tetapi biaya distribusi masih menjadi hambatan. Pusat logistik regional dapat membantu mengurangi biaya transportasi dan mempercepat konektivitas antarwilayah,” ujarnya.

Menurut Bhima, pengembangan pusat logistik regional juga dapat mendorong munculnya klaster industri baru di luar pusat-pusat ekonomi tradisional.

Digitalisasi Menjadi Faktor Penting

Selain pembangunan fisik, IARSI menekankan pentingnya integrasi teknologi digital dalam pengelolaan pusat logistik regional. Sistem manajemen gudang, pelacakan barang secara real-time, serta integrasi data distribusi dinilai dapat meningkatkan efisiensi operasional dan transparansi rantai pasok.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebelumnya juga menegaskan pentingnya digitalisasi sektor logistik untuk mempercepat arus barang dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

IARSI menilai bahwa pusat logistik regional masa depan harus mengadopsi konsep smart logistics, di mana teknologi menjadi bagian utama dalam proses pengelolaan distribusi dan inventori.

Mendukung Pertumbuhan Industri Lokal

Selain UMKM, keberadaan pusat logistik regional juga dinilai akan memberikan manfaat besar bagi industri lokal. Dengan tersedianya fasilitas penyimpanan bahan baku dan distribusi produk jadi yang lebih dekat dengan lokasi produksi, perusahaan dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan kecepatan layanan kepada pelanggan.

Ketua Umum IARSI menjelaskan bahwa tren global menunjukkan perusahaan semakin mengutamakan rantai pasok yang lebih dekat, fleksibel, dan responsif terhadap perubahan pasar.

“Indonesia memiliki peluang besar memanfaatkan momentum tersebut. Namun, diperlukan jaringan pusat logistik regional yang kuat agar industri di berbagai daerah dapat terhubung secara efisien dengan pasar domestik maupun internasional,” katanya.

Rekomendasi IARSI

Dalam kajiannya, IARSI mengusulkan beberapa langkah strategis untuk memperkuat peran pusat logistik regional:

  1. Mempercepat pembangunan pusat logistik di sentra industri dan sentra UMKM.

  2. Mendorong kemitraan pemerintah dan swasta dalam pengelolaan fasilitas logistik.

  3. Mengintegrasikan pusat logistik dengan pelabuhan, terminal barang, dan jaringan kereta logistik.

  4. Mengembangkan platform digital nasional untuk mendukung visibilitas rantai pasok.

  5. Memberikan insentif bagi pelaku usaha yang memanfaatkan fasilitas logistik regional.

IARSI optimistis bahwa dengan dukungan kebijakan yang tepat, pusat logistik regional dapat menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok nasional.

“Ke depan, daya saing Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memproduksi barang, tetapi juga oleh kemampuan mendistribusikannya secara cepat, efisien, dan terjangkau. Di sinilah peran strategis pusat logistik regional bagi UMKM dan industri lokal,” tutup Ketua Umum IARSI, Assoc. Prof. (Hon) R. Beniadi Setiawan, Ph.D.,CMI.,CITS.


post: iarsi.org