ilustrasi by: iarsi.org - AI


Bekasi – Ikatan Ahli Rantai Suplai Indonesia (IARSI) menilai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) akan menjadi momentum strategis untuk memperkuat fondasi pembangunan ekonomi nasional melalui penyediaan data yang lebih akurat, komprehensif, dan terintegrasi. Menurut IARSI, hasil sensus tidak hanya penting untuk memotret perkembangan dunia usaha, tetapi juga menjadi dasar dalam menyusun kebijakan rantai pasok dan logistik nasional yang lebih efektif.

Ketua Umum IARSI, Assoc. Prof. (Hon) R. Beniadi Setiawan, Ph.D.,CMI.,CMT., menegaskan bahwa selama ini tantangan utama dalam pengembangan rantai pasok nasional adalah belum optimalnya integrasi data antarsektor, mulai dari produsen, distributor, pelaku logistik, hingga pasar. Kondisi tersebut menyebabkan pengambilan kebijakan sering kali belum sepenuhnya berbasis data yang mutakhir.

"Sensus Ekonomi 2026 merupakan kesempatan besar bagi Indonesia untuk membangun peta rantai pasok nasional yang lebih akurat. Dengan data yang berkualitas, pemerintah dapat mengidentifikasi pusat-pusat produksi, jalur distribusi, kawasan industri, hingga potensi pengembangan logistik secara lebih presisi," ujar Ketua Umum IARSI.

Menurut IARSI, pemetaan yang lebih baik akan membantu pemerintah dalam menekan biaya logistik nasional, meningkatkan efisiensi distribusi barang, sekaligus memperkuat daya saing industri Indonesia di pasar global.

Data Berkualitas Menjadi Dasar Kebijakan

IARSI menilai hasil SE2026 akan sangat penting untuk mendukung penyusunan berbagai kebijakan strategis, termasuk pembangunan kawasan industri, pengembangan pelabuhan, konektivitas antarmoda, hingga penguatan pusat logistik regional.

Berdasarkan pengalaman berbagai negara, kebijakan ekonomi yang didukung data statistik yang kuat cenderung menghasilkan perencanaan yang lebih tepat sasaran dan mampu meningkatkan efisiensi investasi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi bertujuan menyediakan gambaran menyeluruh mengenai struktur ekonomi Indonesia di luar sektor pertanian. Data tersebut akan menjadi acuan pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan nasional, termasuk mendukung transformasi ekonomi menuju pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

IARSI menilai informasi tersebut juga akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai persebaran pelaku usaha, kapasitas produksi, karakteristik sektor usaha, hingga pola distribusi barang di berbagai wilayah Indonesia.

Penting bagi Industri dan UMKM

IARSI menekankan bahwa manfaat SE2026 tidak hanya dirasakan pemerintah, tetapi juga dunia usaha.

Pelaku industri dapat memanfaatkan hasil sensus sebagai referensi dalam menentukan lokasi investasi, membangun jaringan pemasok, hingga mengembangkan strategi distribusi yang lebih efisien.

Bagi UMKM, data sensus dapat membantu pemerintah menyusun program pendampingan yang lebih tepat sasaran, termasuk penguatan akses terhadap rantai pasok industri nasional.

"Selama ini masih terdapat banyak UMKM yang belum terhubung secara optimal dengan ekosistem industri besar. Dengan data yang lebih lengkap, peluang integrasi tersebut akan semakin terbuka," kata Ketua Umum IARSI.

Mendukung Transformasi Digital

IARSI juga menilai pelaksanaan SE2026 harus didukung dengan pemanfaatan teknologi digital agar kualitas data semakin baik.

Digitalisasi proses pendataan dinilai mampu mempercepat pembaruan informasi dunia usaha sekaligus meningkatkan interoperabilitas data antarinstansi pemerintah.

Pendekatan tersebut sejalan dengan agenda transformasi digital nasional yang terus didorong pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan efektivitas pengambilan kebijakan berbasis data.

Sejalan dengan Arah Kebijakan Pemerintah

Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya kebijakan ekonomi yang berbasis data, peningkatan produktivitas nasional, penguatan industrialisasi, serta efisiensi sistem logistik guna memperkuat daya saing Indonesia.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Rachmat Pambudy juga menegaskan bahwa data statistik yang akurat merupakan fondasi utama dalam penyusunan perencanaan pembangunan yang berkualitas, termasuk mendukung target pertumbuhan ekonomi jangka menengah dan panjang.

Di sisi lain, Bank Indonesia dalam berbagai publikasinya menilai efisiensi rantai pasok dan kelancaran distribusi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat daya saing industri, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

IARSI: Momentum Membangun Peta Rantai Pasok Indonesia

IARSI berharap hasil Sensus Ekonomi 2026 tidak berhenti sebagai dokumen statistik, melainkan menjadi dasar penyusunan peta rantai pasok nasional yang dapat dimanfaatkan secara lintas kementerian, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan pelaku logistik.

Menurut IARSI, integrasi hasil sensus dengan data logistik, perdagangan, kawasan industri, pelabuhan, dan infrastruktur akan membantu pemerintah menyusun kebijakan yang lebih adaptif terhadap dinamika ekonomi global.

"Indonesia membutuhkan kebijakan rantai pasok yang semakin presisi. Sensus Ekonomi 2026 harus menjadi fondasi untuk membangun sistem logistik nasional yang efisien, tangguh, dan mampu meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di tingkat global," tutup Ketua Umum IARSI.


post: iarsi.org