Bekasi – Ikatan Ahli Rantai Suplai Indonesia (IARSI) menyambut positif inisiatif Pemerintah Indonesia untuk memperkuat kerja sama dengan Rusia di sektor maritim, logistik, pelabuhan, dan perkeretaapian. Langkah tersebut dinilai dapat membuka peluang besar bagi transformasi sistem rantai pasok nasional sekaligus memperkuat konektivitas antardaerah di Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menawarkan kerja sama strategis Indonesia–Rusia dalam forum St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026 di Rusia. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan sektor maritim, peningkatan kapasitas pelabuhan, penguatan sistem logistik, hingga pengembangan teknologi dan jaringan perkeretaapian.

Menurut IARSI, langkah tersebut sejalan dengan kebutuhan Indonesia sebagai negara kepulauan yang membutuhkan sistem logistik yang terintegrasi, efisien, dan mampu menjangkau seluruh wilayah Nusantara. Penguatan konektivitas dinilai menjadi fondasi penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, serta peningkatan daya saing nasional.

Ketua Umum IARSI, Assoc. Prof. (Hon) R. Beniadi Setiawan, Ph.D., menyampaikan bahwa dari perspektif rantai pasok, kerja sama dengan Rusia memiliki sejumlah nilai strategis. Salah satunya adalah peluang diversifikasi mitra teknologi dan investasi dalam pengembangan infrastruktur logistik nasional.

"Indonesia perlu membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai negara mitra. Rusia memiliki pengalaman dalam pengembangan sistem perkeretaapian berat, logistik multimoda, dan teknologi maritim yang dapat menjadi referensi penting bagi pengembangan infrastruktur nasional," ujarnya.

Selain itu, IARSI melihat potensi besar dalam penguatan koridor logistik nasional. Hingga saat ini biaya logistik Indonesia masih menjadi tantangan bagi daya saing industri dan perdagangan. Karena itu, kerja sama yang berorientasi pada modernisasi pelabuhan, digitalisasi logistik, pengembangan direct shipping, serta penguatan jaringan kereta barang dinilai dapat memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi distribusi nasional.

Tidak hanya itu, kerja sama tersebut juga berpotensi mempercepat pembangunan logistik di luar Pulau Jawa. Pengembangan jaringan perkeretaapian dan konektivitas maritim dapat mendukung integrasi kawasan industri, sentra pertanian, perkebunan, pertambangan, dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua ke dalam rantai pasok nasional maupun global.

Meski demikian, IARSI mengingatkan bahwa keberhasilan kerja sama tidak hanya diukur dari jumlah kesepakatan yang ditandatangani, tetapi harus menghasilkan manfaat nyata bagi perekonomian nasional. Oleh karena itu, organisasi profesi tersebut menekankan pentingnya transfer teknologi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta keterlibatan industri nasional dalam setiap proyek kerja sama yang dijalankan.

IARSI juga mendorong agar fokus kerja sama tidak hanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pada integrasi digital rantai pasok melalui sistem pelacakan kargo, pertukaran data logistik, dan interoperabilitas antar moda transportasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem logistik yang lebih modern, transparan, dan kompetitif.

Di samping itu, setiap proyek yang akan dikembangkan perlu didasarkan pada studi kelayakan yang komprehensif agar mampu memberikan nilai tambah ekonomi, memperkuat industri dalam negeri, dan mendukung ketahanan logistik nasional dalam jangka panjang.

"IARSI memandang kerja sama Indonesia–Rusia sebagai peluang strategis untuk mempercepat transformasi sistem rantai pasok nasional. Namun keberhasilannya harus diwujudkan melalui implementasi yang terukur, transfer teknologi yang nyata, dan peningkatan efisiensi logistik yang dapat dirasakan langsung oleh dunia usaha maupun masyarakat," demikian pernyataan organisasi tersebut.

Sebagai organisasi profesi yang berfokus pada pengembangan rantai pasok nasional, IARSI menyatakan siap memberikan masukan dan rekomendasi berbasis keilmuan guna mendukung berbagai inisiatif kerja sama internasional yang dapat memperkuat daya saing logistik Indonesia di tingkat regional maupun global.


Post : iarsi.org