Peresmian dipusatkan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur dan dihadiri seluruh kepala daerah se-Indonesia secara virtual.

Bekasi – Ikatan Ahli Rantai Suplai Indonesia (IARSI) menilai peresmian 1.151 kilometer jalan daerah di berbagai wilayah Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi logistik nasional dan memperkuat konektivitas rantai pasok antardaerah.

Pembangunan infrastruktur jalan tersebut dinilai tidak hanya memberikan manfaat bagi mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak langsung terhadap kelancaran distribusi barang, penurunan biaya transportasi, serta peningkatan daya saing produk nasional. Menurut IARSI, kualitas dan konektivitas infrastruktur jalan merupakan salah satu faktor utama dalam menciptakan rantai pasok yang efisien dan berkelanjutan.

Ketua Umum IARSI, Assoc. Prof. (Hon) R. Beniadi Setiawan, Ph.D.,CMI.,CITS., menyampaikan bahwa pembangunan jalan daerah memiliki peran penting dalam menghubungkan sentra produksi dengan pusat distribusi dan pasar konsumsi.

"Jalan merupakan urat nadi rantai pasok. Ketika akses transportasi semakin baik, waktu tempuh distribusi dapat dipersingkat, biaya operasional logistik menurun, dan produk dari daerah dapat lebih cepat menjangkau pasar. Dampaknya akan dirasakan oleh pelaku usaha, petani, nelayan, industri, hingga konsumen," ujarnya.

IARSI menilai manfaat pembangunan jalan akan sangat terasa pada wilayah yang selama ini menghadapi kendala aksesibilitas dan biaya distribusi yang tinggi. Dengan meningkatnya konektivitas jalan, distribusi hasil pertanian, perikanan, dan produk UMKM diperkirakan menjadi lebih efisien sehingga dapat meningkatkan daya saing ekonomi daerah.

Pengamat logistik dari Supply Chain Indonesia, Setijadi, dalam berbagai kesempatan juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas infrastruktur transportasi merupakan faktor penting dalam menekan biaya logistik nasional yang masih relatif tinggi dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

Sementara itu, ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai bahwa konektivitas infrastruktur yang semakin baik akan mendorong efisiensi distribusi barang dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di luar Pulau Jawa.

Meski demikian, IARSI mengingatkan bahwa pembangunan jalan perlu diikuti dengan integrasi sistem logistik secara menyeluruh. Infrastruktur jalan yang baik harus terkoneksi dengan pelabuhan, bandara, terminal barang, kawasan industri, pusat logistik, serta moda transportasi lainnya agar manfaat ekonominya dapat dimaksimalkan.

"Penurunan biaya logistik tidak hanya bergantung pada pembangunan jalan. Diperlukan integrasi multimoda, digitalisasi rantai pasok, dan penguatan pusat logistik regional agar efisiensi yang tercipta benar-benar dirasakan oleh dunia usaha dan masyarakat," jelas Ketua Umum IARSI.

Menurut IARSI, pengembangan pusat logistik regional di dekat sentra produksi juga menjadi langkah penting untuk memperpendek rantai distribusi dan mengurangi biaya penanganan barang. Selain itu, penerapan teknologi digital dalam pengelolaan logistik akan meningkatkan visibilitas dan efisiensi pergerakan barang dari hulu hingga hilir.

IARSI juga menilai pembangunan jalan daerah sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional. Akses jalan yang lebih baik akan memperlancar distribusi pupuk, benih, hasil panen, serta komoditas pangan lainnya sehingga dapat membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga di berbagai daerah.

Dengan semakin luasnya jaringan jalan yang berkualitas, IARSI optimistis Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat daya saing logistik nasional. Jika pembangunan infrastruktur terus diiringi dengan reformasi tata kelola logistik dan penguatan konektivitas antarmoda, biaya logistik nasional diyakini dapat terus ditekan sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan.

"Pembangunan 1.151 kilometer jalan daerah merupakan investasi jangka panjang bagi sistem rantai pasok Indonesia. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh infrastruktur tersebut terintegrasi dalam ekosistem logistik nasional sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi masyarakat dan dunia usaha," tutup IARSI.


post : iarsi.org