Bekasi – Ikatan Ahli Rantai Suplai Indonesia (IARSI) menilai peningkatan produktivitas pelabuhan harus menjadi agenda prioritas pemerintah dalam memperkuat daya saing logistik nasional. Di tengah meningkatnya arus perdagangan dan transformasi industri, efisiensi pelabuhan menjadi faktor utama yang menentukan kelancaran rantai pasok dari produsen hingga konsumen.
Ketua Umum IARSI, Assoc. Prof. (Hon) R. Beniadi Setiawan, Ph.D., CMI., CMT., mengatakan pelabuhan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat bongkar muat barang, tetapi telah berkembang menjadi pusat integrasi informasi, distribusi, dan konektivitas multimoda.
"Pelabuhan modern harus mampu menghubungkan arus barang, arus informasi, dan arus pembayaran secara terintegrasi. Produktivitas pelabuhan akan sangat menentukan efisiensi biaya logistik nasional dan daya saing industri Indonesia," ujar Beniadi.
Menurut IARSI, pemerintah telah melakukan berbagai reformasi melalui implementasi National Logistics Ecosystem (NLE). Program tersebut ditujukan untuk menyederhanakan proses logistik nasional melalui integrasi layanan kepabeanan, kepelabuhanan, karantina, perizinan, dan transportasi dalam satu ekosistem digital. Pemerintah menargetkan penurunan biaya logistik nasional dari sekitar 23,5 persen menjadi 17 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) melalui implementasi NLE.
Perkembangan implementasi NLE juga menunjukkan kemajuan yang signifikan. Hingga 2026, cakupan layanan NLE telah diperluas ke 55 pelabuhan dan 12 bandara di Indonesia sebagai bagian dari upaya mempercepat digitalisasi layanan logistik nasional.
Meski demikian, IARSI menilai tantangan utama masih terletak pada sinkronisasi antarsistem, standardisasi data, serta kolaborasi antarinstansi dan pelaku usaha.
Selain itu, berdasarkan Logistics Performance Index (LPI) yang diterbitkan Bank Dunia, daya saing logistik suatu negara ditentukan oleh enam indikator utama, yaitu efisiensi kepabeanan, kualitas infrastruktur, kemudahan pengiriman internasional, kompetensi penyedia jasa logistik, kemampuan pelacakan barang, dan ketepatan waktu pengiriman. Perbaikan produktivitas pelabuhan akan memberikan dampak langsung terhadap sebagian besar indikator tersebut.
IARSI menilai terdapat lima langkah strategis yang perlu dipercepat, yakni:
Integrasi penuh layanan pelabuhan melalui National Logistics Ecosystem (NLE).
Penerapan pertukaran data secara real-time antarinstansi.
Pengembangan terminal berbasis otomatisasi dan kecerdasan buatan.
Peningkatan kompetensi sumber daya manusia logistik.
Penguatan konektivitas pelabuhan dengan kawasan industri, jalan tol, rel kereta api, dan pusat distribusi.
Menurut Beniadi, transformasi logistik saat ini tidak lagi hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pada kemampuan memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan.
"Digital supply chain membutuhkan visibilitas end-to-end. Ketika seluruh pelaku memperoleh informasi yang sama secara real-time, waktu tunggu dapat dipangkas, utilisasi aset meningkat, dan biaya distribusi menjadi lebih efisien."
IARSI juga menilai produktivitas pelabuhan akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan daya saing ekspor nasional, terutama bagi sektor manufaktur, pertanian, perikanan, dan UMKM. Efisiensi waktu sandar kapal (port stay), percepatan proses bongkar muat, serta kelancaran arus dokumen akan menurunkan biaya logistik yang selama ini masih menjadi salah satu tantangan utama dunia usaha.
Organisasi ini mendorong pemerintah memperkuat sinergi antara Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, operator pelabuhan, perusahaan logistik, dan pelaku industri agar transformasi logistik berjalan secara menyeluruh.
Sebagai organisasi profesi di bidang manajemen rantai suplai, IARSI menegaskan komitmennya untuk terus memberikan rekomendasi kebijakan berbasis riset guna mendukung terwujudnya sistem logistik nasional yang modern, efisien, terintegrasi, dan berdaya saing global.
"Keunggulan ekonomi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memproduksi barang, tetapi juga oleh kemampuan mengirimkannya secara cepat, tepat, transparan, dan berbiaya kompetitif. Karena itu, peningkatan produktivitas pelabuhan merupakan investasi strategis bagi masa depan rantai pasok nasional," tutup Beniadi.
post: iarsi.org
